JAKARTA, clickindonesia.id. – Komisi Nasional Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (Komnas LP-KPK) kembali Pertanyakan Buronan Polda Jatim yang melenggang di Polda Jabar, hal ini kembali disuarakan karena tidak ada reaksi apapun dari Polda Jabar terkesan sengaja bungkam karena adanya titipan oleh mantan Kasubdit 4 Polda Jabar yang saat ini menjabat Kapolres Waykanan Lampung dan titipan dari mantan Kanit 5 Subdit 4 Ditkrimum Polda Jabar, sementara Buronan Salmin telah mengakui sendiri bahwa 20 orang CPMI yang diberangkatkan ke Timur Tengah melalui Bandara Kertajati adalah CPMI miliknya bersama-sama dengan anak buahnya (R), (L), (Z) yang membantu memuluskan aksinya dan dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) ujar Wasekjen 1 Komnas LP-KPK Amri Piliang yang juga sebagai Praktisi Hukum Alumni Lemhanas RI, kepada awak Media, Kamis 16/01/25
Berdasarkan informasi yang kami peroleh dan minta dirahasiakan namanya, bahwa pada hari Selasa 27 Februari 2024 Saudara Salmin datang ke Mapolda Jabar setor sejumlah uang kepada Kasubdit 4 didampingi anggota unit 5 subdit 4 Ditreskrimum Polda Jabar (i)
Diduga Kanit unit 5 subdit 4 AKP (AS) pengganti Kompol (A) berang dan langsung adakan giat sidak hari Jumat tanggal 1 Maret 2024 setelah dapat informasi dari Saudara (R) yang sekarang ditahan di Polres Subang atas kasus TPPO melalui anggota unit 5 subdit 4 (PG) atau yang terkenal dengan nama lapangan SULTAN
Walhasil Saudara Salmin di BAP pada 27 Oktober 2024 siang didampingi Kompol (A) menghadap Kompol (DC) dan menyerahkan sejumlah uang kepada (DC) yang pada saat itu sebenarnya Kompol (DC) telah mengetahui kalau saudara Salmin adalah DPO Polda Jatim, adapun nomor Laporan : LP/A/6/III/2024/SPKT/DATKRIMUM POLDA JABAR tanggal 1 Maret 2024 dengan Pelapor (AS)
Ada beberapa laporan terkait pemberangkatan PMI secara Non Prosedural melalui Bandara Kertajati selama tahun 2024 dengan oktor utama yang sama saudara Salmin, tidak pernah naik sampai ke Penyidikan apalagi ke Meja Hijau, bahkan Salmin setelah di Periksa Polda Jabar tidak di tahan dan bebas melenggang di Polda Jabar yang memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia secara Non Prosedural melalui bandara Kertajati Majalengka, dengan bukti Laporan dari Saudara Rizky Nasution Binwasnaker sebanyak 25 CPMI berhasil diamankan oleh Polda jabar pada tgl 1 Maret 2024, kemudian sebanyak 32 CPMI berhasil diamankan oleh Binwasnaker RI di Bandara Kerta Jati pada tanggal 24 September 2023 dan dilaporkan ke Polda Jabar juga tidak berjalan, dan terakhir 16 CPMI kertajati LP polda Jabar tanggal 14 Desember 2024,
Komnas LP-KPK minta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kadiv Propam, Paminal segera Periksa Dit TPPO atau Subdit 4 Ditkrimum Polda Jabar serta diberikan sangsi atas tindakan yang telah merusak nama baik institusi Polri dan sebagai contoh bagi pejabat Polri lainnya agar tidak main-main dalam penanganan kasus, apalagi Atas perlakuan istimewa terhadap Buronan ini jelas mengangkangi semangat Astacita Presiden Prabowo Subianto dan bertentangan dengan komitmen Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Abdul Kadir Karding yang telah bersepakat berantas Pelaku TPPO pada Kamis 9/01/25 lalu. (Arman.Red)
COMMENTS